Widget edited by Putra Bontang

Selasa, 15 Desember 2009

Adi Darma Pilih Mundur

BONTANG - Janji Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang Adi Darma mengakhiri pro kontra seputar pencopotan dirinya sebagai Sekkot dibuktikan. Senin (14/12), Adi secara terbuka mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Sekkot pada acara konferensi pers yang digelar di rumah jabatan, pukul 16.00. Adi yang didampingi istrinya Hj Najirah Djuhaifah dan putra pertama Ferza Agustia, menyampaikan pengunduran dirinya kepada ratusan warga simpatisan yang memadati teras rumah jabatan tersebut.


Dalam keterangannya Adi memaparkan tiga alasan pokok yang mendasari keputusan politiknya sore itu. Pertama, pada level masyarakat, Adi menilai imbas dari pengembalian status kepegawaiannya ke Provinsi Kaltim telah memicu pro kontra yang tidak sehat. Jika hal ini tidak segera disikapi, maka bukan tidak mungkin akan lahir aksi massa yang bisa mengganggu suasana kondusif kota.

Alasan kedua, roda pemerintahan pascapencopotan jadi tidak harmonis. Menurutnya, banyak pegawai dan pejabat setingkat kepala dinas yang kebingungan meminta persetujuan baik berupa disposisi, tanda tangan surat tugas maupun tanda tangan pencairan anggaran. "Tiap saat saya ditelepon dan didatangi oleh staf, minta tanda tangan dan lain sebagianya. Mereka bingung apakah saya masih menjabat sebagai Sekkot. Dan karena tanggung jawab sebelum acara ini, saya masih tanda tangan sebagai Sekkot. Kasihan masyarakat," ujar Adi.

Pertimbangan terakhir kata Adi, polemik pencopotan dirinya juga sudah memicu disharmoni hubungan antara Pemprov Kaltim dengan Pemkot Bontang. Di satu sisi Pemprov ingin agar pergantian Sekkot dilakukan sesuai prosedur sementara di sisi lain Pemkot Bontang dalam hal ini Walikota sudah mengambil kebijakan yang tidak sejalan dengan aturan.

"Kalau disharmoni ini dibiarkan terus yang rugi adalah pemerintah Bontang. Bisa saja alokasi anggaran dari Pemprov tertahan. Ini yang saya tidak mau, maka hari ini saya umumkan saya resmi mengundurkan diri sebagai Sekkot," papar Adi. Surat pengunduran diri ini, lanjut Adi akan langsung difaks ke Gubernur dan ditembuskan kepada Walikota. Ia berharap dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama Gubernur sudah menunjuk Plt Sekkot Bontang. "Sore ini langsung saya faks ke Gubenur, jadi bisa secepatnya menunjuk Plt Sekkot," ungkapnya.

Ditanya apakah keputusan mundur itu disebabkan oleh tekanan politik? Adi dengan lugas menjawab bahwa keputusan yang diambil murni karena ingin mengedepankan layanan masyarakat. "Tidak, sama sekali tidak ada tekanan politik. Ini murni untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.

Lalu bagaimana dengan rencana mem-PTUN-kan kebijakan Walikota termasuk melaporkan ke Irjen Depdagri? Adi juga mengaku bahwa langkah itu otomatis tidak akan ditempuh karena dasar pengunduran dirinya bukan lagi karena kebijakan Walikota, tapi murni kemauan pribadi yang didasari oleh pertimbangan seperti yang dipaparkan di atas. "Itu otomatis tidak jadi saya lakukan karena saya sendiri menyatakan diri untuk mundur," paparnya.

Saat konferensi berlangsung puluhan ibu yang turut hadir terlihat tak kuasa menahan air mata. Demikian halnya, dengan Istri Adi Darma, Hj Najirah Djuhaifah, terlihat berkaca-kaca.

Sumber : tribunkaltim.co.id

[ Baca Selengkapnya... ]

Jumat, 11 Desember 2009

Pencopotan Sekkot Jadi Polemik

BONTANG - Pencopotan Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang, Adi Darma mulai mendapat reaksi keras dari sejumlah elemen mahasiswa dan LSM. Mereka mempertanyakan kebijakan Walikota Sofyan Hasdam yang dinilai sangat politis dan cacat hukum.

Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim (FKMM) Bontang, Eka Heru Kusuma, menilai pencopotan Sekkot patut dipertanyakan karena secara terbuka sudah mendapat penolakan dari Pemprov Kaltim.

"Logikanya kalau Gubernur menolak berarti pencopotan Sekkot tidak sah. Karena setahu saya kewenangan mengganti dan mengangkat Sekda bukan Walikota tapi Gubernur," ujar Eka yang menghubungi Tribun, Jumat (11/12).

Menurutnya, dasar pencopotan Sekkot menimbulkan tanda tanya besar sebab argumentasi yang disampaikan pemerintah, bahwa Adi Darma sudah tidak profesional lagi dalam mengemban jabatan Sekkot. Sementara, pantauan FKMM, sosok Adi dinilai sebagai figur yang cukup bersih dan profesional.



"Artinya ada persepsi yang berbeda antara pemerintah dan masyarakat. Kami menilai Pak Adi cukup bersih dan profesional. Mana yang benar saya kira ini harus dijelaskan oleh pemerintah," katanya.

Senada, Koordinator LSM Solidaritas Pemantau (Sopan) APBD, Andy Faisal mengatakan, polemik antara Walikota dengan Sekkot termasuk Gubernur Kaltim, sangat meresahkan masyarakat sebab berakibat pada tidak adanya kepastian hukum.

Selain itu, pro kontra ini dianggap membuat kondisi Kota Bontang tidak kondusif karena berpotensi menimbulkan perpecahan di tingkat masyarakat. "Yang merasakan imbasnya masyarakat, layanan publik jadi terhambat. Ini mohon didengar," katanya.

Andy mengaku bahwa tidak pada tempatnya menghakimi kebijakan Walikota yang mengembalikan status kepegawaian Sekkot. Karena itu, Ia meminta DPRD turun tangan dengan menggunakan hak interpelasi memanggil Walikota agar memberikan klarifikasi atas kebijakan yang telah dibuat Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasisa (BEM) Universitas Trunojoyo, Ahmad Faisal menilai polemik mengenai pencopotan Sekkot sudah sampai pada taraf merugikan publik Bontang. Perseteruan Walikota dan Sekkot dinilai sebagai pembelajaran politik yang buruk bagi generasi muda. "Ini jelas akan jadi preseden buruk bagi pemerintah. Kami harap segera diakhiri," katanya.

Ahmad mengaku tidak ingin memojokkan salah satu pihak dalam kasus tersebut. Sebab menurutnya sangat wajar jika Walikota mengusulkan pemberhentian Sekkot jika dinilai dapat menghambat roda pemerintah.

"Saya kira wajar kalau Sekkot diganti, tentu harus dilakukan sesuai koridor hukum. Nah kalau hukum itu dilanggar jelas kami sebagai mahasiswa juga menolak," ujarnya.
Sumber : tribunkaltim.co.id

[ Baca Selengkapnya... ]

Kamis, 10 Desember 2009

52 Formasi Tidak Terisi 321 Pelamar Lulus Tes CPNS

BONTANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Rabu (9/12) pagi, mengumumkan 321 pelamar yang lulus seleksi kedua penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkot Bontang, untuk formasi umum 2009. Nama-nama pelamar yang lulus dapat dilihat di papan pengumuman Kantor BKD, Disosnaker, kecamatan dan kelurahan serta di website Humas dan Protokol Pemkot Bontang.


Dari 373 pegawai yang dibutuhkan untuk mengisi formasi umum 2009, sebanyak 52 formasi tidak terisi karena berbagai hal, diantaranya tidak ada pendaftar yang mengisi formasi tersebut dan juga ada pelamar yang gugur saat pelaksanaan psikotes dan kompetensi bidang.

Adapun jumlah formasi yang lulus pada penerimaan CPNS di lingkungan Pemkot Bontang terdiri dari formasi guru sebanyak 105 pelamar, tenaga kesehatan 87 pelamar dan tenaga teknis sebanyak 321 pelamar.

Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi BKD Bontang Hj Ajizah SE saat dihubungi via telpon selulernya Rabu (9/12) mengatakan, pelamar yang telah dinyatakan lulus diwajibkan melakukan daftar ulang dengan menunjukkan nomor tes asli, mulai tanggal 10 sampai 16 Desember 2009 di Panitia Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Kota Bontang, Jalan P Suryanata (Ex Sendawar) Nomor 7 Bontang.

“Kelengkapan administrasi yang wajib dipenuhi oleh peserta yang lulus seleksi tahap kedua untuk permintaan Nomor Identitas Pegawai (NIP) CPNSD, dapat dilihat di papan-papan pengumuman yang telah kami tempel di beberapa tempat,” terang Ajizah seraya menambahkan bahwa peserta yang tidak memenuhi persyaratan sampai batas yang ditentukan, bakal dianggap gugur.

Sumber : Kaltimpost.web.id

[ Baca Selengkapnya... ]

Kamis, 24 September 2009

Astaga, Anak Wali Kota di Kaltim Terlibat Pesta Narkoba!

SAMARINDA - Seorang anak wali kota di Kalimantan Timur, ditangkap polisi ketika tengah berpesta narkoba.

Informasi yang berhasil dihimpun, diduga anak wali kota ditangkap pada penggerebekan tersebut beriniasial AF.

"Saya tidak mau tahu apakah dia anak wali kota ataupun bukan. Yang penting, siapa pun yang melakukan tindak pidana akan kami proses," ungkap Kapolres Bontang, Ajun Komisaris Besar, Ismed Wijaya, dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Rabu (23/9) malam.


Sementara dua dari lima orang yang ditangkap tersebut, kata Ismed Wijaya, berstatus pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. "Salah satunya berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sementara satunya lagi kami belum tahu dan yang jelas dia pegawai di Pemkot Bontang," ungkap Kapolres Bontang.

Penangkapan kelima orang itu yakni, HS, AZ, AF, Rus dan AL berlangsung Rabu pagi sekitar pukul 05 30 Wita di rumah HS di Berbas Kota Bontang. Barang bukti yang disita polisi yakni bong dan sisa shabu-shabu. "Dari hasil tes urine, kelimanya dinyatakan positif. Mereka sudah kami tetapkan sebagai tersangka," tegas Ismed.

Kelima tersangka dijerat Undang-Undang No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Hingga Rabu malam telepon selular Wali Kota Bontang, Sofyan Hasdam, tidak bisa dihubungi.
Sumber : KOMPAS.com
Rabu, 23 September 2009 | 20:14 WIB

[ Baca Selengkapnya... ]

Dari Lamin Etam ke Seberang

BONTANG - Tradisi silaturahmi pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang saat Idulfitri, tepatnya hari ke-2, berlanjut Lamin Etam, rumah dinas Gubernur di Samarinda, dan sejumlah pejabat teras Pemprov lainnya.

Selain Wali Kota Sofyan Hasdam bersama isterinya Hj Neni Moerniaeni, yang juga ketua DPRD Bontang, silaturahmi juga diikuti Wawali Syahid Daroini, Sekkot Adi Darma, Dandim 0908 Bontang Letkol Inf Deddy Kusbandi, Komandan Rudal 002 Bontang serta seluruh asisten dan para kepala dinas di lingkungan Pemkot Bontang.

Usai silaturahmi bersama gubernur, wakil gubernur, dan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Irianto Lamrie di Lamin Etam, rombongan selanjutnya mengunjungi kediaman Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Kol inf Musa Bangun dan berakhir di kediaman tokoh masyarakat Samarinda Seberang H Muhyar, yang juga merupakan besan Sofyan Hasdam.


“Kunjungan silaturahmi ke Pejabat Pemprov Kaltim sedikit dipersingkat karena di Lamin Etam pejabat Pemkot Bontang sudah bertemu dan bersilaturahmi bersama Wagub Sekprov,” ujar Kabag Humas dan Protokol Asdar Ibrahim yang turut serta dalam kunjungan silaturahmi tersebut.
Sumber : Kaltimpost.web.id
Kamis, 24 September 2009 , 10:06:00

[ Baca Selengkapnya... ]

Mengenai Saya

Foto Saya
Aries
Setiap Ada Keinginnan Pasti Ada Jalan, Maka Dari Itu trsLah Mengejar Impian Kamu dan Belajarlah Sampai Negri Cina.... :D
Lihat profil lengkapku

Jam Sekarang

PageRank Bookmark and Share

My Facebook

Pengikut

Total Pengunjung

free counters
 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Putra Bontang